CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

D_Prologue

Once upon a time... Because the story should begin with it... There was a mount. This mount was placed by The God and The Goddess in the land which was surrounded by haze. This land wasn't written in the map. This land written on the human's soul. Just the owner of this mount could see her/his mount. But it couln't be saw and guessed how tall it is because of haze. 

Based on the God and Goddess's book this mount was very dangerous and also pleased. 
So much sadness all at once happiness. 
There was a chance in the failure. Felt success and could feel lose.Lots of lesson could be taken. Lots of experience was given.Showed challenges which in it saved so much help.

I had one too. Just like you, actually. The door to my soul will be opened so wide... And welcome now, just to you, My Best Friends Forever...


D_BirthdaY

Jumat, 22 Mei 2009

Sadar

Saat merenung tiba
Aku kian terbangun
 
Aku sadar dalam kecewa
Takdir ini membuatku tertawa
Dalam bahagia sekaligus pahit
 
Dalam maya
Aku tertawa 
Tapi tidak hatiku
Aku tersenyum
Tapi benci
Aku merajuk 
Tapi pilu
Akubersama
Tapi terasa sendiri
Riuh ramai suasana
Tapi hening kurasa
 
Apa guna gemilang harta
Jika tak menjamin adanya bahagia 
 
Kasih sayang aku butuh
Tapi kini telah terbagi
 
Rela merelakan
Jika memang rasa senang
 
Enggan aku enggan
Jika memang rasa puas
 
Untukmu
Aku tak akan sadar

Keinginan

Hey...
Boleh membagi?

Aku menginginkan sesuatu
Semula aku yakin tak mendapat
Namun yang diharap memberi harapan

Entah mungkin... 
Aku terlalu lelap
Terlalu terlena
Terlalu bahagia
Hingga yang diharap mencabut harapan

Oh...
Bolehkah kumohon
Dapatkah harapan datang kembali padaku?

Aku ingin...
Aku ingin harapan datang lagi
Aku ingin harapan kembali lagi
Aku ingin harapan menemani lagi
Aku ingin harapan diberikan lagi

Entah merasa khilaf
Kecewa
Sedih
Terluka
Bingung
Bersalah 
Atau asa berputus

Benar-benar tak tahu cara menggapai keinginan kembali
Serasa sulit untuk membantah
Jika boleh aku meminta...
Apapun aku berikan
Bahkan nyawa tidak guna ini
Asalkan keinginan kembali ke pangkuan

Senin, 13 April 2009

Usaha yang Dibumbui Peluh yang Kumakan

Memang bukan kuli
Bekerja dengan mengembangkan otot sehingga berkeringat
Tetapi hanya duduk


Memang tidak tani
Kerjanya di bawah terik mentari sehingga berkeringat
Tetapi dilindungi atap gedung putih


Cukup dengan itu 
Peluhnya terlahir sendiri
Memberi makan anak serta istri
Dan itu lebih dari apa pun
Dimanapun bekerja dengan otak tentu lebih berat


Aku memang hanya enak
Tetapi tahukah engkau, Ayah...
Dalam sajak sedih aku bernyanyi
Enak ini tidak enak
Dalam sajak sedih aku bercerita
Diri ini begitu bodoh
Dalam sejak sedih aku meratap
Pantaskah?


Ayah, apakah usaha yang dibumbui peluh yang kumakan itu...
Halal untukku?